Belum lepas rasa resahku menanti hasil UN, waktuku kini harus dipusingkan untuk mencari perguruan tinggi. Tentunya yang sesuai dengan kemampuanku dan kantong kedua orang tuaku pastinya.
Aku berpikir, kenapa sih semakin kesini (di masa yang katanya makin modern) memperoleh pendidikan jadi makin sulit, ribet dan semakin komersil.
Jika dipilih salah satu antara melaksanakan UN dengan catatan hasil UN itu adalah penentu untuk masuk ke perguruan tinggi, atau tidak melaksanakan UN namun tes seleksi masuk perguruan tinggi menjadi tolak ukur, bukankah itu akan lebih mudah. Pemerintahpun jadi tidak usah repot-repot untuk mengeluarkan biaya dua kali (biaya UN dan seleksi masuk perguruan tinggi). Yang bila diakarkan tujuannya, memiliki prioritas yang sama yaitu mencerdaskan bangsa. Bagi kita para siswa, hal itupun akan mempermudah kita untuk fokus ke salah satu di antara keduanya. Sehingga nantinya akan memperoleh hasil yang maksimal.
Mungkin memang aku belum mengerti cara berpikir dan maksud dari para petinggi pendidikan. Istilahnya, belum nyampe'. Tapi aku mencoba berbicara melalui sudut pandangku sebagai seorang pelajar. Kasarnya, sebagai korban praktek pendidikan.
Banyak jalan menuju Roma. Aku hanya berharap, serumit apapun sistem ini untuk dimengerti, lelah dijalani dan bahkan mesti harus tertatih-tatih, semoga prioritas itu akan segera terwujud......
0cuap-cuap:
Tulis Pendapatmu di sini, Kawan!