5.29.2009

Emang Pelawak (??)

Ternyata enggak hanya anak kecil aja yang kalo' lagi 'fight' , sindir-sindiran, saling ejek.
Para Calon Presidenpun, yang hakikatnya udah mencicipi asam manis dunia (dilihat dari usianya), ga' kalah seru kalo' lagi main sindir-sindiran. Cuman mungkin ini lebih elite, sindiran-sindirannya disiarkan ke seluruh Indonesia. Disaksikan. Dinikmati. Dan ditelaah serunya.



Apa mungkin dalam pelajaran politik diselipkan kata ini ya.... Istilahnya, materi wajib yang terselubung. Soalnya, kalo' kita perhatikan saat mempraktekan 'ilmu' ini. Fasih sekali.
Tidak hanya para Capres, para antek-anteknyapun (tim sukses) ikut mempraktekkannya.
Mungkin wajar kalo' membeberkan kekurangan pihak lain. Tapi bukannya lebih baik kalo' kita memperbaiki diri kita. Atau minimal saat membeberkan kekurangannya dibeberkan pula solusi yang bisa menutupinya. Tapi ini tidak, seakan hanya memperuncing bahwa masing-masing individu hanya haus akan kekuasaan. Karena hanya sibuk saling membalas.

Benar tidak bahwa suatu bangsa bisa dilihat dari siapa presidennya (bukan berarti siapakah orang itu, lebih kepada sifat maupun attitude), yah, kita liat saja bagaimana faktanya (?!!??).


0cuap-cuap:

Tulis Pendapatmu di sini, Kawan!